Tensi Geopolitik Kembali Panas, Rupiah Berpotensi Tertekan: Apa yang Perlu Diwaspadai Hari Ini
Pergerakan rupiah di pasar spot pada perdagangan 7 Agustus 2026 diperkirakan kembali melemah setelah dua hari beruntun menutup pasar dengan penguatan.
简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Ikhtisar:'Wajar BI Menaikan Suku Bunga'

Jakarta, Kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi saat ini, diperkirakan akan berimbas terhadap tingkat inflasi di tanah air hingga 6%. Oleh karena itu, sudah sewajarnya Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI-7DRR).
Ekonom Verdhana Sekuritas Heriyanto Irawan menjelaskan, sumber penyumbang inflasi terbesar di Indonesia hanya tiga, yakni transmisi rupiah, harga energi, dan harga pangan.
Kendati demikian saat ini, neraca perdagangan yang tercatat surplus US$ 4,53 miliar pada Maret 2022. Surplus tersebut, dinilai Heriyanto sangat cukup untuk menjaga stabilitas rupiah dan menjaga inflasi di tanah air saat ini.
Ke depan, apabila akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan LPG maka akan mendorong tingkat inflasi. Namun, harga pangan seperti beras masih relatif stabil.
“Jadi, menurut estimasi, inflasi Indonesia itu kemungkinan bisa naik ke level 5% hingga 6%,” ujar Heriyanto.
Jika tingkat inflasi di Indonesia menyentuh 6%, Heriyanto menilai masih akan relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Namun, perlu harus diwaspadai.
“Mungkin juga perlu ada satgas inflasi. Karena ini tantangan yang cukup berat, supaya ada koordinasi yang menyeluruh dan antisipatif dan bisa proaktif,” jelas Heriyanto.
Oleh sebab itu, apabila BI akan mengimbangi tingkat inflasi di tanah air dengan menaikan BI-7DRR, menurut Heriyanto hal tersebut sangat wajar untuk dilakukan. Mengingat households debt to GDP atau utang rumah tangga terhadap PDB di Indonesia masih relatif rendah di bawah 20%.
Utang Rumah Tangga Terhadap PDB di Indonesia rata-rata 13,84% dari PDB dari tahun 2001 hingga 2021, mencapai angka tertinggi sepanjang masa sebesar 17,80% dari PDB pada Kuartal III-2019 dan rekor terendah sebesar 6,2% dari PDB pada Kuartal I-2002.
“Berarti di dalam suasana kenaikan suku bunga, bukannya negara yang utang besar dan dampaknya perekonomian lebih besar daripada negara-negara yang utangnya kecil. Namun paling utama adalah consumer loan,” jelas Heriyanto.
“Inflasi Indonesia itu masih relatif di bawah. Kalau pun perlu kenaikan suku bunga dan menurut saya itu wajar, dampaknya ke ekonomi itu seharusnya relatif lebih kecil dibandingkan dengan negara-negara lain,” kata Heriyanto melanjutkan
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.

Pergerakan rupiah di pasar spot pada perdagangan 7 Agustus 2026 diperkirakan kembali melemah setelah dua hari beruntun menutup pasar dengan penguatan.

Interactive Brokers sempat dilaporkan mengalami gangguan layanan pada 5 Agustus 2026. Simak laporan pengguna, akses login, profil IBKR, keluhan WikiFX, dan analisis keamanannya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengusut 15 perusahaan pialang asuransi ilegal hingga tahap persidangan, sementara 191 perusahaan pialang tercatat resmi, terdiri atas 150 pialang asuransi dan 41 pialang reasuransi.

Keputusan forex liquidity provider membentuk spread, fill, slippage, biaya hedging, eksposur regulasi, dan opsi keluar broker jauh setelah platform dipilih.