Demam Piala Dunia Telah Tiba! Pilih broker Anda seperti Anda memilih tim Anda
Setiap kali sebuah acara sepak bola besar seperti Piala Dunia FIFA mendekat, satu pertanyaan pasti mendominasi percakapan di seluruh dunia: “Tim mana yang kamu dukung?”
简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Ikhtisar:Robot trading kerap kali digunakan sebagai alat untuk memembuai korban investasi bodong. Namun, ada benang merah yang bisa menjadi pegangan supaya tidak menjadi korban dalam kejahatan tersebut.

Foto: Petugas Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya menyita barang bukti kasus investasi bodong robot trading Fahrenheit, Jakarta, Kamis (24/3/2022). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Robot trading kerap kali digunakan sebagai alat untuk memembuai korban investasi bodong. Namun, ada benang merah yang bisa menjadi pegangan supaya tidak menjadi korban dalam kejahatan tersebut.
Menurut Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana, robot trading ilegal itu sebenarnya tidak mengandung unsur trading di dalamnya. Mereka hanya berisi skema ponzi.
“Jadi itu kalau dilihat candlestick bar, indikator yang menunjukkan pergerakan harga suatu barang, itu dibuat sendiri oleh mereka, mereka bikin sendiri saja robot trading itu,” ujar Wisnu saat rapat dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR.
Padahal, pada prinsipnya, robot trading bisa membantu kerja manusia. Sebab dalam trading forex atau komoditas lainnya, pelaku harus melihat komputer setiap hari karena perubahan harga terjadi setiap detik.
Robot itu dirancang untuk bisa menggantikan peran manusia, tapi tidak bisa memberikan sebuah keputusan. Sebab robot trading itu hanya bisa membaca ke belakang bukan ke depan, berdasarkan past performance dan analisisnya saja.
“Mereka tidak bisa membaca Perang Teluk, kan mereka tidak bisa baca. Padahal, itu merupakan variabel besar dalam perdagangan komoditi berjangka yang membuat harga komoditas langsung naik,” terang Wisnu.
“Nah, ini tidak dieksploitasi oleh robot trading. Ini yang membuat banyak orang rugi,” sambungnya.
Sejauh ini, Bappebti belum merekomendasikan satu pun robot trading yang bisa digunakan. Karena memang belum ada aturan hukum yang khusus dibuat untuk robot trading ini.
“Betul tadi memang ada kekosongan hukum, karena sampai sekarang kita belum ada yang mengatur soal robot trading dan kita sedang melakukan kajian,” ungkapnya.
Sedangkan untuk Binary Option, Bappebti menyatakan bahwa mereka benar-benar termasuk judi.
“Kalau binary option lebih parah. kalau dia kan pilihannya ya atau tidak dalam waktu tertentu. Jam ini nilai emas akan naik atau turun. Kalau pilih naik dan banyak orang pilih naik biasanya akan dibuat desibel akan turun. Karena yang membuat mereka sendiri, itu binary option.” pungkasnya.

Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.

Setiap kali sebuah acara sepak bola besar seperti Piala Dunia FIFA mendekat, satu pertanyaan pasti mendominasi percakapan di seluruh dunia: “Tim mana yang kamu dukung?”

Nicosia — Otoritas pasar modal Siprus, Cyprus Securities and Exchange Commission, resmi mencabut lisensi perusahaan penyedia CFD Conotoxia Ltd setelah lisensinya sebelumnya berada dalam status pembekuan sekitar satu tahun. Regulator menyatakan keputusan pencabutan diambil karena perusahaan gagal memenuhi persyaratan otorisasi dan kepatuhan yang diwajibkan untuk mempertahankan izin usaha.

Tiger Brokers (NZ) Limited menjadi sorotan setelah dampak sanksi CSRC terhadap aktivitas perdagangan lintas batas ilegal di China memengaruhi kinerja keuangan grup perusahaan pada 2026. Simak ulasan lengkap mengenai SCIO, CSRC, dampak hukuman terhadap Grup Tiger Brokers, serta profil Futu dan Longbridge beserta pelajaran penting bagi trader online.

Satu orang pedagang mencatatkan uang sebesar $5. 136 pada bulan Mei 2025, memperoleh sedikit keuntungan, kemudian meminta penarikan beberapa hari setelahnya. Waktu berlalu selama berbulan-bulan—baik modal maupun keuntungan yang diharapkan tidak kunjung kembali. Ketika dia akhirnya bisa menghubungi pihak perusahaan, dia justru diberitahu bahwa perusahaan tersebut "sedang mengalami kebangkrutan". Pedagang lain menggambarkan situasi ini dengan lebih tajam: "Hanya memungkinkan untuk menyetor, tetapi tidak bisa menarik. Platform ini telah bertransformasi menjadi skema Ponzi. "