Demam Piala Dunia Telah Tiba! Pilih broker Anda seperti Anda memilih tim Anda
Setiap kali sebuah acara sepak bola besar seperti Piala Dunia FIFA mendekat, satu pertanyaan pasti mendominasi percakapan di seluruh dunia: “Tim mana yang kamu dukung?”
简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Ikhtisar:Nasabah DNA Pro, Net89, ATG Jangan Kaget
Bappebti menjelaskan fakta tentang keberadaan uang member di investasi bodong robot trading.

Bappebti yang merupakan otoritas paling berwenang untuk mengawasi perdagangan berjangka komoditi menjelaskan investasi bodong robot trading dipasarkan secara MLM dan tidak benar-benar trading.
Dijalankan dengan skema ponzi, investasi bodong robot trading mengancam uang mereka yang menjadi membernya.
Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana menjelaskan ada dua jenis investasi bodong yang sedang marak saat ini yaitu binary option dan robot trading.
Wisnu lalu membongkar mobus investasi bodong berkedok robot trading. Investasi ini dipasarkan dengan sistem penjualan langsung (MLM).
Padahal, kata Wisnu, Peraturan Perundang-undangan sudah mengatur bahwa produk berjangka komoditi dilarang untuk dipasarkan dengan sistem penjualan langsung.
“Namun mereka mengemas dalam bentuk lain yang didalamnya ada robotnya, kadang diselipin,” ungkap Wisnu saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, Kamis 24 Maret 2022.
Wisnu mengungkapkan kelompok investasi robot trading ini diantaranya adalah Fahrenheit, Viral Blast, dan DNA Pro.

“Itu kalau Bapak lihat candle stick bar-nya dibuat sendiri oleh mereka,” ungkap Wisnu.
Wisnu menyatakan investasi robot trading kategori ini tidak benar-benar melaksanakan trading melainkan hanya menjalankan skema ponzi (piramida).
“Robot trading ini tidak ada tradingnya, skemanya ponzi,” katanya.
Yang mengejutkan, Wisnu menyatakan dalam skema ponzi uang member yang disetor kemudian seperti lenyap.
Uang member sebagai dana investasi yang disetor dibagi untuk keuntungan leader-leader di atasnya.
“Kalau ditanya uangnya dimana?, Sudah nggak ada,” kata Wisnu
“Yang paling akhir join amblas,” kata Wisnu lagi.
Bappebti telah menutup sejumlah perusahaan robot trading. Sampai Februari 2022 sudah ada 336 entitas robot trading yang ditutup.
Masuk dalam daftar penutupan tersebut adalah Net89, DNA Pro, Auto Trade Gold (ATG), Fahrenheit, dan Viral Blast.
Komisi VI DPR meminta Bappebti responsif soal perkembangan teknologi yang begitu cepat di dunia trading.

“Anak-anak di sekitar rumah saya sudah menggunakan robot trading,” kata Wakil ketua Komisi VI DPR M Sarmuji.
Dia lalu menyatakan pemanfaatan teknologi robot trading sesungguhnya tidak masalah jika dia membeli dan menggunakannya untuk kepentingan sendiri.
“Problemnya adalah ada orang yang mengatasnamakan robot trading lalu menarik dana masyarakat,” kata anggota DPR dari Partai Golkar itu.
Sarmuji menyatakan pemerintah harus hadir untuk melindungi masyarakat agar tidak terjebak pada investasi yang mereka tidak kuasai.
“Begitu menghimpun dana masyarakat, Negara harus hadir melindungi dari tawaran investasi bodong,” katanya.***

Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.

Setiap kali sebuah acara sepak bola besar seperti Piala Dunia FIFA mendekat, satu pertanyaan pasti mendominasi percakapan di seluruh dunia: “Tim mana yang kamu dukung?”

Nicosia — Otoritas pasar modal Siprus, Cyprus Securities and Exchange Commission, resmi mencabut lisensi perusahaan penyedia CFD Conotoxia Ltd setelah lisensinya sebelumnya berada dalam status pembekuan sekitar satu tahun. Regulator menyatakan keputusan pencabutan diambil karena perusahaan gagal memenuhi persyaratan otorisasi dan kepatuhan yang diwajibkan untuk mempertahankan izin usaha.

Tiger Brokers (NZ) Limited menjadi sorotan setelah dampak sanksi CSRC terhadap aktivitas perdagangan lintas batas ilegal di China memengaruhi kinerja keuangan grup perusahaan pada 2026. Simak ulasan lengkap mengenai SCIO, CSRC, dampak hukuman terhadap Grup Tiger Brokers, serta profil Futu dan Longbridge beserta pelajaran penting bagi trader online.

Satu orang pedagang mencatatkan uang sebesar $5. 136 pada bulan Mei 2025, memperoleh sedikit keuntungan, kemudian meminta penarikan beberapa hari setelahnya. Waktu berlalu selama berbulan-bulan—baik modal maupun keuntungan yang diharapkan tidak kunjung kembali. Ketika dia akhirnya bisa menghubungi pihak perusahaan, dia justru diberitahu bahwa perusahaan tersebut "sedang mengalami kebangkrutan". Pedagang lain menggambarkan situasi ini dengan lebih tajam: "Hanya memungkinkan untuk menyetor, tetapi tidak bisa menarik. Platform ini telah bertransformasi menjadi skema Ponzi. "